
Sejenak saya asik dengan persiapan anak-anak sekolah. sambil Saya cerita pada anak sulungku, bahwa saya baru bertemu dengan teman lama saya yang sekarang sudah berhasil. Dia menyimak cerita saya dengan cermat, dan tertawa menggelegar ketika saya cerita bahwa teman saya itu memberi saya ledekan bahwa saya seperti Dakocan, karena saat itu sedang memakai make up tebal abis demo kosmetik.
Lalu dia bilang " ibu saya tidak mau jadi orang kaya"
Saya : Kenapa"
Dia : karena kaya itu bisa menyesatkan saya bu
Saya : Maksudnya apa dear
Dia : saya takut..kalo suatu hari saya jadi orang kaya....saya malah terlena dengan kekayaan saya. sehingga saya jadi lupa dengan orang-orang disekitar saya yang membutuhkan bantuan saya. Jangan pula saya melupakan ibu karena kekayaan saya bu [ mukanya yang polos...berkata mengalir gitu saja]dan saya menjadi tersesat karena tergila-gila dengan kekayaan saya
saya : wahh....kamu berbicara seperti ini siapa yang ngajarin.
Dia : Yah...ada beberapa guru yang sudah banyak cerita bu, dan saya jadi takut dengan akibat-akibat dari cerita-cerita itu
saya : Loh....kok kamu punya pikiran seperti itu seperti itu, kaya itu boleh dan semua orang ingin kaya. Bukankah kaya itu adalah bagus....asal kita tetap mau dan berusaha membawa kekayaan itu pada peningkatan ibadah kita
dia : iya sih....itu adalah orang-orang berkemampuan kusus. Doakan saya ya bu, agar aku punya kemampuan kusus yang bisa membahagiakan semua orang juga ibu dan ayah, karena kekayaanku
saya : amin..amin....pasti ibu doakan ya nak. [kupeluk dia dengan penuh sayang]
Dalam hati, saya berpikir, bahwa anak saya yang satu ini memang luar biasa. Luar biasa dalam segala hal yang membuat saya tergoda untuk meninggikan emosi hanya untuk menasehatinya yang terlalu luar biasa. Ternyata...pikiran dia juga luar biasa, yang saya temukan pagi ini di sela-sela aktifitas mempersiapkan bekal sekolah untuknya.
Sebagai ibu, doa terindah akan selalu teriring dalam setiap detak nafas hidup anak-anakku. Semoga kalian menjadi pribadi santun nan cerdas dan calon ayah yang soleh untuk keluarga dan tetap menjadi anak soleh bagi ibu dan ayah.
Terima Kasih sayang untuk percakapan kita yang 3 menit ini, Subhanallah.
Tidak ada komentar: